Banyak pelaku bisnis fokus pada desain dan material sepatu safety, tetapi lupa memperhatikan ketebalan sol sepatunya. Padahal, keputusan ini dapat memengaruhi kenyamanan, keamanan, juga dengan umur pakai produk. Itulah kenapa harus tahu akan cara memilih ketebalan sol sepatu safety yang tepat menjadi langkah penting sebelum memulai produksi.
Baca Juga: 5 Tips Memilih Sepatu Safety untuk Proyek Konstruksi
Ketebalan sol bukan soal membuat sepatu terlihat lebih kokoh. Dari sudut pandang bisnis, memilih spesifikasi yang sesuai akan membantu menghasilkan produk yang tepat sasaran, mengurangi komplain pelanggan, sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi.
Tentukan Dulu Lingkungan Kerja dari yang akan Memakainya
Langkah pertama ialah harus bisa memahami di mana sepatu akan digunakan. Kebutuhan pekerja gudang tentu berbeda dengan pekerja konstruksi, pertambangan, atau di bidang manufaktur.
Area kerja yang penuh benda tajam, permukaan keras, atau medan tidak rata biasanya membutuhkan sol dengan ketebalan lebih tinggi dibandingkan penggunaan di lingkungan industri ringan. Oleh karena itu, sebelum menjawab pertanyaan Seberapa tebal seharusnya sol sepatu, kenali terlebih dahulu kondisi kerja pengguna.
Sebagai gambarannya, banyak sepatu safety memiliki ketebalan outsole berkisar antara 15 sampai dengan 30 mm. semuanya itu bergantung fungsi dan standar yang ingin mencapainya.
Jangan Menganggap Sol Tebal Itu akan Selalu Lebih Baik
Masih banyak orang beranggapan bahwa semakin tebal sol, semakin bagus kualitasnya. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
Pertanyaan apakah sol tebal lebih baik? Maka sebaiknya menjawabnya berdasarkan kebutuhan, bukan asumsi. Sol yang terlalu tebal memang mampu memberikan bantalan lebih baik, tetapi dapat menambah bobot sepatu. Akibatnya, pengguna lebih cepat lelah ketika harus berjalan atau berdiri dalam waktu lama.
Sebaliknya, sol sepatu safety yang terlalu tipis mungkin terasa ringan, tetapi kurang optimal dalam meredam benturan. Karenanya, keseimbangan menjadi faktor utama.
Sesuaikan dengan Material Sol Memakai Jenis yang Mana
Ketebalan tidak bisa memisahkannya dari jenis material outsole. Material polyurethane (PU), karet, TPU, atau nitrile rubber memiliki karakter yang berbeda meskipun ukurannya sama.
Misalnya saja dengan outsole berbahan PU yang terkenal lebih ringan dan mampu menyerap benturan dengan baik. Sementara outsole berbahan karet umumnya menawarkan daya cengkeram yang lebih tinggi serta lebih tahan terhadap abrasi.
Karena itu, saat menentukan seberapa tebal seharusnya sol sepatu, material harus ikut menjadi bahan pertimbangan agar hasil akhirnya tetap nyaman.
Pertimbangkan Standar Keselamatan yang Memakainya
Selain kenyamanan, sepatu safety juga harus memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Banyak produsen mengacu pada standar internasional seperti EN ISO 20345 atau standar nasional yang relevan untuk memastikan perlindungan terhadap benturan, tekanan, hingga risiko terpeleset.
Dengan tahu apa yang jadi standar tersebut, Anda dapat menentukan spesifikasi outsole secara lebih tepat tanpa harus menggunakan ketebalan berlebihan.
Libatkan Produsen yang Jual Sol Sepatu Safety Terpercaya di Bandung
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menentukan spesifikasi sendiri tanpa berdiskusi dengan produsen outsole. Padahal, pengalaman teknis mereka dapat membantu menemukan kombinasi terbaik antara ketebalan, material, dan biaya produksi.
Baca Juga: Peran Jasa Pembuatan Outsole Sepatu Safety Ciptakan Sepatu Bersertifikasi
Penyedia jual sol sepatu safety terpercaya di Bandung biasanya akan memberikan rekomendasi berdasarkan jenis sepatu, target pasar, sampai masuk ke tahapan proses produksinya. Cara seperti ini membantu mengurangi risiko revisi saat produksi massal.
Di sisi lain, biasanya mereka juga dapat menjelaskan secara objektif apakah sol tebal lebih baik untuk kebutuhan produk yang sedang dikembangkan, sehingga keputusan bisnis menjadi lebih akurat. Seperti yang selalu tim kami Risman dengan kontak 0811 2233 0898 lakukan.

